Cari artikel

Jumat, 05 September 2014

Wood beetle (bubuk kayu, thether, thothor).

Hewan ini disebut juga sebagai thether, thothor, bubuk kayu, adalah jenis hewan yang paling banyak ditemui pada kayu, produk kayu atau bangunan dari kayu yang sudah terpasang. Produk kayu seperti mdf, particle board dan furniture merupakan produk yang sering terkena serangan serangga ini. Serangga ini ada beberapa jenis yaitu antara lain: Ambrosia beetle, Common furniture beetle, Deathwatch beetle, Flat-headed wood-borer, Powderpost beetle (Anobiidae, Bostrichidae), Old-house borers. Meskipun ada banyak jenis, tetapi mereka menyerang kayu dengan cara yang sangat mirip, yaitu dengan  membuat lubang-lubang dalam kayu dengan mengeluarkan bubuk kayu. Bubuk kayu ini bisa sedikit atau banyak, tergantung pada jenis serangga demikian juga lubang-lubang kayu ini bisa dalam ukuran tergantung pada jenis serangga yang menyerang kayu



Wood beetle ini mempunyai siklus hidup yang dapat dilihat pada diagram di bawah ini.

siklus wood bug


Serangga dewasa menghasilkan telur yang meupakan alat untuk perkembang biak bagi serangga ini. Telur dimasukkan dalam kayu bisa pada saat pohon masih hidup atau ketika kayu dalam bentuk log atau ketika sudah dipotong dalam bentuk papan atau ketika sudah menjadi produk. Waktu dari peletakkan telur di dalam kayu sampai penetasan bervareasi bisa dari beberapa minggu sampai dengan 5 tahun, tergantung dari jenis serangga dan kondisi lingkungan. Ketika telur menetas, maka dia akan membentuk larva. Larva ini akan memakan kayu untuk pertumbuhannya sampai menjadi pupa dan akhirnya menjadi serangga dewasa. Proses perusakan kayu terjadi ketika serangga berbentuk larva dan pupa. Serangga ini akan membentuk lubang-lubang kayu pada kayu yang akan menyebabkan pengeroposan kayu dan apabila tidak dihentikan maka dapat menghancurkan seluruh kayu. Serangga ini selain menyerang papan atau produk dari kayu solid terbukti juga menyerang engineering wood seperti mdf, dan particle board.


Cara mengatasi serangan serangga bubuk kayu :

  • Pilihlah kayu yang tepat.

Meskipun serangga ini seacara alami merupakan musuh alami dari kayu, namun ternyata ada beberapa jenis kayu yang tidak disukai oleh serangga ini. Beberapa jenis kayu bisa memproduksi bahan kimia khusus yang membuatnya tidak disukai oleh serangga ini, contohnya kayu jati yagn sudah tua akan mengandung minyak dan kayu sengon mempunyai bau yang pedas sehingga tidak disukai oleh serangga ini. Kayu-kayu atau bambu yang sudah tua dan dipotong pada masa yang tepat ternyata juga  tahan terhadap serangga. Karena itu apabila memungkinkan, maka pemilihan jenis  kayu dan proses penebangan pohon pada waktu yang tepat merupakan salah satu pilihan yang terbaik untuk mendapatkan kayu yang awet dan tahan terhadap serangga.

  • Penggunaan obat kimia anti serangga pada saat pengolahan kayu.

Pengobatan kayu (wood treatment)  pada kayu yang dilakukan mulai dari saat penebangan kayu, pembelahan kayu dan pengeringan terbukti juga cukup efektif untuk menanggulangi serangan serangga. Proses pengolahan dan pengobatan ini merupakan hal yang sangat dianjurkan pada industri pengolahan kayu karena akan membuat kayu dan produk kayu yang dihasilkannya menjadi awet dan tahan terhadap serangan serangga. Wood treatment yang dilakukan dengan cara yang tepat bisa menghasilkan kayu dengan sifat keawetannya yang permanen.

  • Pengobatan pada produk kayu ketika kayu sudah kering atau sudah menjadi produk.

Pengobatan bisa saja dilakukan pada produk kayu yang kering pada proses produksi yang menggunakan bahan baku kayu kering untuk mengatasi serangan yang muncul di waktu ini.  Proses ini tentu saja lebih mahal dan sulit karena proses aplikasi yang lebih komplek akibat dari faktor bentuk, kondisi lokasi dan memerlukan waktu yang lebih lama. Pengobatan dengan obat yang tepat bisa juga dilakukan di tempat pemakai untuk serangan yang ditemukan pada produk yang sudah digunakan di temapt konsumen. Proses ini harus dilakukan dengan hati-hati karena obat anti serangga ini bagaimanapun juga adalah merupakan bahan beracun yang bisa mengganggu kesehatan manusia. Pengobatan ini sifatnya adalah kuratif hanya mematikan serangga yang saat itu berada di dalam kayu, karena itu maka sifatnya temporer. Proses ini tidak bisa menjadikan produk kayu sendiri menjadi awet dan tahan terhadap serangan serangga.