Cari artikel

Rabu, 24 September 2014

Thinner (pengencer)

Thinner adalah bahan untuk mengencerkan material finishing supaya menjadi encer dan lebih mudah diaplikasikan. Hampir semua bahan finishing membutuhkan thinner. Bahan finishing yang murni merupakan bahan padat atau pasta yang kental yang sangat sulit untuk dapat diaplikasikan. Karena itu ke dalam bahan finishing itu ditambahkan thinner sehingga menghasilkan suatu campuran yang lebih encer supaya bahan finishing tersebut dapat diaplikasikan dengan mudah. 

Fungsi thinner
  • Untuk mengatur (menurunkan ) viskositas bahan finishing
Alat-alat untuk aplikasi bahan finishing membutuhkan batasan viskositas tertentu supaya bahan finishing tersebut dapat diaplikasikan dengan baik oleh alat tersebut. Air spray gun misalnya bisa bekerja dengan baik untuk material dengan viskositas sampai 16 – 17 detik (dengan pengukuran menggunakan Nk 2 cup), sedangkan HVLP spray gun hanya bisa bekerja dengan baik pada material dengan viskositas maksimal 14 detik saja. Pengaturan viskositas material tersebut dapat dilakukan dengan mudah dengan menambahkan thinner ke dalam campuran bahan. Komposisi coating ini berbeda-beda tergantung dari jenis cat dan merknya dan masing-masing memiliki campuran thiner yang paling cocok. Karena itu setiap jenis bahan finishing sebenarnya membutuhkan thinner yang berbeda-beda pula.
  • Mengatur ketebalan (konsentrasi) bahan.
Thinner yang dicampurkan kedalam bahan finishing akan menguap seluruhnya tanpa ada yang tertinggal dalam campuran. Pada saat diaplikasikan maka seluruh thinner akan menguap dan meninggalkan lapisan bahan finishing di permukaan. Dengan mengatur jumlah bahan thinner yang ditambahkan dalam campuran, maka kita dapat mengatur kadar bahan finishing dan pada akhirnya pada saat aplikasi maka kadar bahan finishing ini akan menentukan ketebalan lapisan bahan finishing pada permukaan.
  • Memberi sifat-sifat  khusus (properties) pada material finishing.
Thinner dibuat dari campuran solvent yang masing-masing memiliki sifat-sifat yang unik. Pemilihan solvent atau campuran solvent yang digunakan akan memberikan sifat-sifat thinner yang berbeda-beda pula. Pemilihan thinner dapat  digunakan untuk mengatur waktu pengeringan, mengatur “flow”, mengatur penetrasi bahan finishing pada subsrate, dll. 

Bahan-bahan thinner

Pada umumnya thinner dibuat dari campuran 3 jenis bahan yaitu: solvent, latent solvent dan diluent. Solvent adalah bahan yang berfungsi untuk melarutkan suatu bahan finishing. Misalnya solvent untuk nitrocellulose adalah: m.e.k (methyl ethyl ketone), aceton dan butyl acetate. Sedangkan latent solvent adalah bahan yang membantu melarutkan apabila dicampur dengan solvent. Latent solvent ini tidak dapat melarutkan bahan apabila tidak dicampur dengan solvent, tetapi akan membantu proses pelarutan apabila ditambahkan pada thiner. Contoh latent sovent untuk nitrocellulose adalah methanol, isopropil alcohol dan isobutil butanol. Sedangkan diluent adalah bahan yang saling melarutkan dengan solvent tetapi sebenarnya tidak dapat melarutkan bahan finishing. Diluent ini biasanya adalah bahan yang murah yang murah dan ditambahkan pada campuran thinner dengan tujuan untuk menurunkan harga thinner tersebut. Bahan yang dipakai untuk solvent, latent solvent dan diluent ini sangat tergantung pada jenis bahan finishing yang diencerkannya.

Pemilihan thinner
Kualitas dari thinner sebenarnya sangat ditentukan oleh banyaknya solvent dan latent solvent di dalamnya. Sedangkan diluent yang merupakan filler (pengisi) yang menurunkan harga campuran thinner tanpa memberi kontribusi terhadap penurunan viskositas yang merupakan tugas utama dari thinner. Kualitas thinner dapat dilihat dengan melihat efeknya pada saat digunakan. Suatu thinner yang baik akan dapat menurunkan viskositas campuran dengan cepat dengan sedikit saja penambahan thinner pada bahan yang diencerkan. Dan karena setiap bahan finishing memiliki campuran yang khusus, maka dianjurkan untuk selalu menggunakan thinner yang sesuai dengan bahan finishing yang diencerkannya.
Meskipun hanya berfungsi sebagai vehicle, tetapi pemilihan thinner yang cocok merupakan hal yang sangat penting dalam proses finishing. Ada banyak pengaturan bisa dilakukan dengan memilih thinner yang tepat. Sebaliknya ada banyak masalah bisa timbul akibat dari penggunaan thinner yang kurang tepat