Cari artikel

Minggu, 21 September 2014

Spray gun untuk wood finishing

Salah satu alat untuk aplikasi material finishing yang banyak dipakai dalam furniture finishing sampai sekarang adalah adalah spray gun. Spray gun merupakan salah satu alat yang paling baik untuk aplikasi bahan finishing karena alat ini dapat bekerja dengan menjalankan 2 fungsi sekaligus yaitu melakukan atomisasi terhadap material finishing dan mengarahkan bahan finishing untuk melapisi permukaan yang diinginkan. Dengan demikian, maka spray gun memberikan banyak  kelebihan yaitu antara lain: hasil pelapisan yang halus dan merata dan sangat fleksibel untuk diatur menyesuaikan  dengan kebutuhan dan kondisi pada saat aplikasi. 

Jenis-jenis spray gun.
Dengan telah berkembangnya teknologi finishing maka pada saat ini telah tersedia alat spray gun dengan berbagai macam dan jenis, mulai dari spray gun yang paling kecil dan sederhana seperti cup gun yang digunakan secara manual untuk ukuran produksi yang kecil sampai dengan alat spray otomatis yang digunakan untuk produksi skala besar. Namun demikian sebenarnya menurut cara atomisasi materialnya hanya ada 2 jenis spray gun yaitu air spray gun dan airless spray gun. Dari kedua jenis spray gun itu kemudian dilakukan banyak pengembangan dan modifikasi untuk memenuhi kebutuhan industri wood finishing. Berikut ini jenis-jenis spray gun dan penjelasannya.
  • Air spray gun (spray gun konvensional)
Spray gun ini adalah jenis spray gun yang pertama kali ditemukan dan merupakan dasar awal dari spray gun yang lain. Spray gun ini merupakan alat pertama yang bisa melakukan proses atomisi material pada saat aplikasinya. Atomisasi adalah pengkabutan atau proses dimana bahan finishing yang berupa cairan berubah menjadi sekumpulan material halus serupa kabut atau awan. Dengan demikian maka material finishing dapat dilapiskan dengan hasil pelapisan yang halus, merata dan tipis pada permukaan yang diinginkan.
Pada air spray gun, material finishing dialirkan bersama-sama dengan udara tekan melewati suatu ruangan (nozzle), yang didesign sedemikian rupa sehingga membuat aliran udara dan material dalam ruangan tersebut menjadi sangat cepat. Kecepatan aliran material yang tinggi ini menghasilkan proses atomisasi material. Material yang telah teratomisasi ini kemudian diarahkan untuk melapisi permukaan yang diinginkan.
Alat ini membutuhkan udara tekan untuk melakukan proeses atomisasi dan mengarahkan ke tempat yang diinginkan. Tekanan udara yang dipakai berkisar sekitar 4 atm, dengan volume sekitar 100-250 liter/minute. Tekanan angin yang lebih tinggi dibutuhkan apabila digunakan untuk mengaplikasikan material dengan viskositas yang tinggi.
Spray gun jenis ini akan menghasilkan atomisasi material yang paling baik dan paling fleksibel dalam pemakaian. Kelebihan dari air spray gun antara lain adalah: sangat fleksibel dalam pemakaian, menghasilkan atomisasi yang sempurna sehingga dapat menghasilkan pelapisan material yang sangat halus dan merata, peralatan yang relatif sederhana dan murah dan sangat mudah diatur menyesuaikan dengan kebutuhan. Air spray gun ini dapat digunakan untuk aplikasi hampir semua jenis material finishing.
Sedangkan kelemahan yang terbesar dari air spray gun adalah efisiensi transfer materialnya yang sangat  rendah dan ketergantungan terhadap skill operator yang yang sangat besar. Kualitas hasil pekerjaannya maupun effisiensi yang dicapai oleh pemakaian alat ini sangat tergantung pada cara aplikasinya. Karena itu penggunaan alat ini membutuhkan operator yang ahli dan terampil supaya dapat menggunakan teknik yang benar sehingga dapat mengurangi pemborosan material finishing. Pada pekerjaan dengan volume yang besar maka harus diperhitungkan juga masalah kelelahan dari operator yang akan mengakibatkan cara aplikasi yang tidak konstan, sehingga hasil yang diperoleh menjadi tidak konstan juga, dalam hal ini seringkali efisiensi material menjadi lebih rendah.
  • Spray gun jenis h.v.l.p.
Efisiensi spray gun pada aplikasi wood finishing akan semakin tinggi apabila udara tekan yang digunakan mempunyai tekanan yang rendah. Karena itu sebaiknya selalu diusahakan supaya penggunaan udara tekan dapat serendah mungkin. Tekanan udara yang ideal adalah pada tekanan yang paling rendah namun cukup untuk menghasilkan atomisasi yang sempurna. Operator  yang berpengalaman akan dapat mengenali kondisi ini dan dapat menerapkannya pada proses aplikasi dengan baik. Tetapi pada pekerjaan dengan volume yang besar dan kondisi fisik operator yang sudaj lelah, atau operator yang belum cukup ahli, maka kita tentu saja tidak bisa mengharapkan kondisi ideal ini akan selalu terjadi.
Untuk meningkatkan effisiensi pada aplikasi bahan finishing maka industry peralatan mengembangkan spray gun jenis h.v.l.p. (high volum low pressure). Prinsip dari alat sama dengan air spray, tetapi dimodifikasi supaya udara yang dialirkan di spray gun dapat dijaga pada tekanan rendah yaitu sampai sekitar 0.7 bar. Kemudian untuk membantu proses atomisasi, maka digunakan aliran udara tekan dengan volume yang lebih banyak. Spray gun jenis ini dapat meningkatkan effisiensi penempelan material finishing pada permukaan. Kelemahan dari alat ini adalah kecepatan pekerjaan dan fleksibilitas yang lebih rendah dibandingkan dengan air spray gun. Kekurangan lain dari alat ini adalah tidak dapat dipakai untuk bahan dengan viskositas yang tinggi. Pada wood finishing alat lebih banyak digunakan untuk aplikasi stain dan glaze saja. Untuk aplikasi sealer, top coat, base coat atau bahan lain yang mempunyai viskositas yang tinggi, maka spray gun ini tidak cukup kuat untuk menghasilkan atomisasi yang sempurna sehingga tidak dapat menghasilkan pelapisan yang halus dan merata. Spray gun h.v.l.p ini juga membutuhkan volume udara tekan yang lebih banyak dibandingkan dengan alat jenis air spray gun.
  • Spray gun jenis l.v.l.p
Spray gun ini juga merupakan modifikasi dari air spray gun. Prinsip yang dipakai dalam pengembangan alat ini adalah bahwa semakin rendah maka efisiensi material akan menjadi semakin tinggi. Alat ini diatur supaya bisa bekerja pada tekanan undar yang lebih rendah, namun dengan volum udara tekan yang dialirkan tetap rendah uaitu sekitar 170-300 l/menit. Alat ini tidak bisa menghasilkan atomisasi material sebaik pada air spray atau hvlp gun, namun karena tuntutan kualitas pelapisan pada wood finishing yang biasanya tidak terlalu tinggi, maka sebagian besar bahan finishing sudah dapat diaplikasikan oleh alat ini dengan hasil yang cukup baik.
  • Airless spray gun.
Alat ini menggunakan teknik yang berbeda untuk mengatomisasi material finishing. Material finishing ditekan dan dalirkan melalu suatu celah yang sempit sehingga terjadi proses atomisasi. Alat ini tidak menggunakan bantuan angim untuk menghasilkan proses atomisasi. Karena tidak menggunakan bantuan udara tekan, maka airless spray gun yang tidak akan menghasilkan atomisasi sebaik pada air spray gun.
Kelebihan dari alat ini adalah adalah bahwa alat ini bisa menghasilkan pekerjaan dengan kecepatan yang lebih besar dibandingkan dengan air spray gun. Alat ini bisa bekerja pada material dengan viskositas yang lebih tinggi, dengan kecepatan pekerjaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan air spray atau airless spray gun. Alat ini lebih cocok untuk pekerjaan finishing dengan skala pekerjaan yang lebih besar. Alat ini tidak memiliki fleksibilitas yang tinggi seperti air spray. Alat ini memiliki pengaturan yang relatif terbatas. Alat ini lebih cocok untuk aplikasi bahan finishing dengan viskositas tinggi seperti sealer, base coat dan top coat
  • Air assisted airless (air mixed) spray gun
Untuk lebih menyempurnakan atomisasi material pada airless spray gun maka dikembangkan alat yang disebut air assisted airless spray gun atau air mixed spray gun. Alat ini adalah modifikasi dari airless spray gun dimana proses atomisasi materialnya dibantu dengan mengalirkan udara tekan pada spray gun. Hasil atomisasi material yang didapatkan lebih baik daripada airless spray gun, meskipun belum sebaik pada air spray. Karena hasilnya yang lebih baik itu maka air assisted airless spray gun ini menjadi lebih cocok untuk dipakai di industri finishing mebel. Spray gun jenis ini selain untuk aplikasi sealer bisa juga untuk aplikasi top coat dengan hasil yang cukup baik.
Salah satu kelemahan dari airless dan air assisted spray gun adalah keterbatasan pada fleksibilitas (keleluasaan pengaturan alat) dibandingkan dengan air spray gun. Pada air spray gun, maka operator dapat mengatur volume material, lebar kipas semprotan dan tekanan angin dengan bebas, tetapi pada airless atau air assisted spray gun volume material tidak bisa diatur pada saat aplikasi karena tergantung pada besarnya orifice yang dipasang pada spray gun. Pengaturan yang terbatas hanya bisa dilakukan pada lebar kipas semprotan dan tekanan angin yang ditambahkan untuk membantu atomisasi. Karena keterbatasan pengaturannya itu maka airless atau air assisted airless spray gun ini sangat jarang digunakan untuk aplikasi stain.