Cari artikel

Rabu, 10 September 2014

Pemilihan design dan konstruksi kayu

Untuk membuat produk kayu supaya lebih awet dan tahan lama, maka kita juga harus melakukan pemilihan konstruksi dan design yang benar. Prinsip utama dari pengaturan konstruksi dan design terutama didasarkan pada tujuan utama untuk menjaga supaya kadar air dalam kayu tetap stabil (dalam kondisi kering) dan sedapat mungkin menjauhkan kayu dari musuh biologisnya yaitu serangga, jamur atau bakteri.


Berikut ini hal-hal yang secara konstruksional bisa dilakukan untuk membuat kayu dapat lebih awet.

  • Usahakan end grain (ujung serat kayu) untuk berada dalam keadaan tertutup atau terlindung dari air.

Ujung kayu yang terbuka dan terkena air akan menyerap air sehingga kayu akan dapat menjadi basah dengan cepat. Hal ini perlu diantisipasi dengan cara menutup dan memberi pelindungan ujung kayu di bagian atas, sehingga dapat terlindung dari tetesan air.  Sebaliknya Ujung kayu yang berada di bagian bawah bisa dimanfaatkan sebagai tempat untuk mengalirkan air yang berada di dalam kayu. Ujung kayu bagian bawah yang tergantung dapat dibiarkan terbuka sehingga dapat digunakan sebagai tempat menetes atau mengalirnya air dari dalam kayu. Dengan ujung bawah yang terbuka, maka akan membuat kayu menjadi cepat kering, karena air dari dalam akan turun dengan gaya gravitasi bumi. 

pengawetan kayu


contoh pengaturan kontruksi kayu pada bangunan

  • Jauhkan ujung kayu dari tanah

Tanah merupakan salah satu sumber air yang tak terhingga. Tanah yang kering akan menyerap air pada saat hujan sehingga menjadi basah dan memiliki kandungan air yang tinggi. Tanah juga merupakan tempat bagi rayap, serangga pemakan kayu yang paling berbahaya. Kayu yang ujungnya terekspos ke dalam tanah apalagi tanah yang basah akan segera rusak karena serangan rayap, jamur atau karena busuk akibat dari air yang masuk dan diserap kedalam kayu. Konstruksi dan design mestinya dibuat dengan prinsip sedapat mungkin menghindarkan pertemuan kayu dengan tanah secara langsung. Apabila memang diperlukan adanya tiang atau pilar dari kayu, letakkan dia di atas konstruksi beton atau batu sebagai landasan sehingga dia tidak menyentuh tanah secara langsung.

  • Buatlah konstruksi yang mengakomodasi pergerakan kayu

Meskipun suatu produk kayu telah dilapisi dengan bahan finishing yang rapat, tetapi kayu sebagai bahan higroskopis tetap memiliki resiko untuk mengalami pergerakan secara dimensional karena perubahan cuaca dan kelembaban udara. Hal ini apabila tidak diantisipasi bisa meyebabkan kerusakan secara konstruksional seperti, kayu yang melengkung, pecah, retak, pecah, dll. Karena itu setiap kali membangun dan membuat produk kayu, maka buatlah design dan konstruksi dengan selalu mempertimbangkan kemungkinan terjadinya pergerakan kayu akibat dari perubahan kelembaban udara dari lingkungan.