Cari artikel

Sabtu, 23 Agustus 2014

Perekat tanin

Tanin adalah polyhydroxypolyphenolics yang terdapat pada banyak jenis tanaman, tetapi hanya pada beberapa spesies yang memiliki konsentrasi yang cukup tinggi untuk membuatnya jadi berguna. Pasokan komersial dari tanin adalah isolated tanin yang berhasil dipisahkan dari tanaman. Tanin digunakan karena mereka lebih reaktif dibanding phenol, tapi mereka juga lebih mahal dari fenol. Ekstraksi dari bahan tanaman dan kemudian pemurnian dari isolat, diikuti dengan pengeringan akan menghasilkan tanin bubuk. Bahan isolat murni bisa mempunyai sifat yang  berbeda-beda  dalam banyak hal seperti bentuk alami dari recorcinol, dengan reaktivitas tinggi dan menghasilkan ikatan yang memiliki ketahanan air yang tinggi ketika dilakukan kopolimerisasi dengan formaldehyde.
Meskipun kecepatan reaksi tanin dengan formaldehyde cukup mirip dengan recorcinol, tetapi struktur polimer yang ada sangat berbeda. Formaldehyde ditambahkan pada cincin aromatik penambahan formaldehyde tunggal dan beberapa tambahan ganda pada linkaran cincin dari struktur recorcinol pirogalol, phloroglucinol dan catacheol di tanin. Karena itu, maka dia memiliki struktur polimer akhir sangat berbeda dan akan memiliki sifat yang berbeda dari produk recorcinol karena kepadatan lebih rendah crosslink nya, meskipun memiliki kesamaan dalam reaksi kimia.
Tiga keterbatasan tanin dibandingkan dengan perekat sintetis adalah  viskositasnya yang  tinggi, terbatasnya ketersediaan, dan sumber yang  tidak konsisten dan karena itu berakibat pada reaktivitasnya yang tidak konsisten. Struktur polisiklik yang mengarah ke pengeringan dengan cepat juga membuat campuran tanin memiliki viskositas yang tinggi, sedangkan penggunaan larutan yang lebih encer  akan  menyebabkan tambahan uap dalam hot press. Tanin tersedia juga dalam konsentrasi cukup tinggi  di beberapa spesies, namun tidak cukup besar untuk bersaing dengan perekat sintetis. Seperti produk alam lainnya, komposisi tanin bervariasi tergantung pada kondisi pertumbuhan, yang pada akhirnya menghasilkan kesulitan untuk menghasilkan perekat yang  konsisten.
Tannin telah digunakan sebagai perekat di Afrika Selatan, Australia, Zimbabwe, Chile, Argentina, Brasil, dan Selandia Baru.  Penggunaanya banyak ditemukan pada komposit laminasi (mdf,  particle board, laminated finger joint ) dan damp-plyresistant corrugated cardboard .