Cari artikel

Minggu, 20 Juli 2014

Wood Filler

Wood filler adalah bahan finishing untuk mengisi pori-pori dan serat kayu. Wood filler ini merupakan bahan finishing yang digunakan untuk membantu mempercepat proses finishing untuk menghasilkan finishing dengan pori-pori tertutup. Wood filler ini banyak digunakan pada proses finishing untuk kayu atau veneer, yang mempunyai pori-pori dan serat kayu yang besar dan dalam seperti kayu mindi, oak, meranti, mahoni, jati dan lain-lain. Wood filler akan sangat mengisi serat dan pori kayu sehingga akan  mengurangi konsumsi sealer atau lacquer untuk menghasilkan close pores finish.
Wood filler dibuat dari bahan utama berupa bulking agent, resin atau campuran resin, dan pelarut. Bulking agent adalah bahan yang mempunyai penyusutan yang sangat kecil, yang banyak dipakai adalah sejenis ground silica yang digiling sangat halus. Bahan ini berfungsi untuk mengisi pori-pori dan serat kayu. Resin adalah bahan yang berfungsi sebagai binder (pengikat) supaya wood filler tersebut dapat bersatu dan membantuk padatan yang solid. Jenis resin yang digunakan untuk binder ini akan menentukan sifat-sifat utama dari wood filler seperti waktu pengeringan, thinner yang bisa digunakan, aplikasi yang bisa dilakukan, dll. Beberapa resin yang banyak dipakai adalah: oil, varnish, acrylic atau urethane. Kemudian ke dalam wood filler dapat ditambahkan pigmen untuk mendapatkan warna sesuai dengan kebutuhan.
Penggunaan woodfiller ini sangat dianjurkan untuk mencapai finishing close pores pda kayu-kayu dengan pori-pori dan serat kayu yang besar dan dalam. Pemakaian woodfiller akan mengurangi jumlah penggunaan sealer untuk mencapai close pores finish. Meskipun kita bisa saja melakukan aplikasi sealer yang tebal untuk mengisi dan menutup pori dan serat kayu, namun hal ini tidak dianjurkan karena akan menghabiskan banyak sealer dan memerlukan waktu pengerjaan yang lama. Clear coating (sealer dan lacquer) sebenarnya dibuat untuk membuat lapisan film dan memberikan perlindungan pada finishing, tidak untuk mengisi pori-pori kayu. Jadi sebenarnya pemakaian sealer atau lacquer  dengan tujuan untuk menutup pori-pori kayu adalah suatu hal yang kurang tepat.      
Menurut jenisnya ada bermacam-macam jenis filler sesuai dengan bahan pembuatnya misalnya ada wood filler acrylic, waterbase, uv, pu, dan lain-lain. Jenis woodfiller ini ditentukan oleh campuran resin yang digunakan sebagai binder dalam campuran. Setiap jenis dari wood filler tersebut akan mempunyai sifat-sifat yang berbeda-beda dan bisa jadi membutuhkan perlakukan yang berbeda juga. Wood filler ini biasanya diaplikasikan pada permukaan kayu dan kemudian diikuti dengan proses pengamplasan  untuk membersihkan woodfiller yang berada di permukaan. Ada yang melakukan aplikasi wood filler di atas sealer pada pertengahan proses finishing. Ada juga suatu jenis filler yang dinamakan sebagai wiping filler yang memang di design untuk diaplikasikan di atas sealer seperti aplikasi glaze.

Cara aplikasi woodfiller.

Woodfiller ini merupakan bahan yang sangat kental. Wood filler biasanya diaplikasikan dengan cara dituang ke permukaan kayu dan kemudian diratakan dengan kapi atau scrap. Karena bahan ini kental, maka dibtuhkan proses penekanan untuk memasukkan woodfiller ke dalam pori-pori dan serat kayu. Kemudian tunggu sampai filler kering dan dilanjutkan dengan proses pengamplasan untuk membersihkan wood filler yang ada di permukaan. Untuk beberapa jenis filler, pembersihan permukaan bisa saja dilakukan dengan proses pengelapan. Proses pengelapan ini dilakukan setelah wood filler diaplikasikan secara merata ke permukaan dan pada saat wood filler masih belum kering. Dibutuhkan filler dari jenis yang tidak terlalu cepat kering untuk bisa diaplikasikan dengan cara ini.  Wood filler ini bisa saja diencerkan dan diaplikasikan dengan cara spray, namun hal ini akan mengurangi daya pengisian dan penutupan pori.  
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada apliaksi woodfiller: 
  • Pengeringan woodfiller.
Filler ini merupakan bahan yang kental sehingga pada umumnya akan membutuhkan waktu pengeringan yang relatif lama. Namun demikian wood filler ini harus benar-benar kering sebelum  dilanjutkan dengan proses finishing berikutknya. filler yang belum kering akan bisa membawa banyak masalah seperti masalah adhesi pada lapisan finishing, warna putih dalam pori dan serat kayu, bubble atau pinhole atau masalah-masalah lainnya.
  • Pembersihan filler.
Wood filler ini harus dibersihkan dengan baik sehingga hanya tertinggal di dalam pori dan serat kayu saja. Filler ini merupakan bahan pengisi yang dibuat untuk mengisi pori dan serat dan tidak di design untuk melapisi permukaan. Wood filler yang tertinggal di permukaan akan mengganggu penampilan dan juga akan beresiko untuk menimbulkan masalah adhesi pada lapisan finishing. 
  • Pemilihan jenis filler.
Wood filler ini biasanya diaplikasikan pada proses awal dari suatu rangkaian proses finishing.  Aplikasi wood filler ini biasanya diikuti dengan  serangkaian proses finishing untuk membentuk warna, membentuk gloss, lapisan film dan proses-proses lainnya. Untuk dapat menghasilkan hasil finishing yang kuat dan aman, maka maka woodfiler yang dipakai harus bisa compatible dengan proses-proses finishing diatasnya. Pada saat kita memilih wood filler maka pertimbangkan keseluruhan proses finishing yang akan dilakukan. Pastikan bahwa filler yang digunakan cocok dan bisa diikuti dengan proses finishing diatasnya tanpa ada masalah.