Cari artikel

Senin, 14 Juli 2014

kayu oak

Kayu oak ini merupakan salah satu kayu yang paling ideal untuk digunakan dalam industri woodworking. Kayu ini adalah kayu keras, kuat dan memiliki penampilan serat dan pori yang sangat menarik. Kayu ini banyak digunakan untuk berbagai macam keperluan seperti: untuk bahan baku pembuatan mebel, lantai kayu, pintu, kitchen set, paneling, konstruksi, arsitektural design dan banyak produk komersial lainnya. Kayu ini memiliki pori dan tektur serat yang besar dan dalam yang sangat unik dan tidak tergantikan. Dengan finishing yang tepat, maka penampilan serat dan pori kayu ini dapat dimaksimalkan untuk menghasilkan penampilan yang unik dan menarik. Kayu oak memiliki warna dasar yang bervareasi mulai warna putih pada sapwood ke coklat muda kehijauan atau kemerahan pada heartwood.

Industri woodworking di Amerika yang merupakan sumber utama kayu oak ini membedakan kayu oak menjadi 2 jenis yaitu: red oak dan white oak. Red oak secara mudah dapat dibedakan dari white oak dari struktur serat dan porinya. Red oak pada umumnya memiliki serat dan pori yang lebih terbuka  dan dalam dengan pola serat yang lebih panjang dibandingkan dengan white oak. Sedangkan white oak mempunyai serat dan pori yang lebih menutup dan serat-serat yang lebih lebar. Kayu oak yang diimport dari Eropa atau Asia pada umumnya dapat di kategorikan sebagai white oak
Industri mebel Indonesia mengenal kayu oak ini karena ada permintaan produk mebel dari para buyer dari Amerika atau Eropa yang menginginkan produk mebel dengan bahan kayu oak ini. Pohon oak tidak terdapat di Indonesia, karena itu para pengguna kayu oak ini harus mendatangkan kayu ini dari Eropa atau Amerika.

Pengolahan dan penanganan kayu oak.

Kayu oak ini biasanya didatangkan dalam bentuk papan kering atau veneer yang sudah tersedia dalam berbagai ketebalan. Pengeringan, pemotongan dan pengolahan kayu ini sudah dilakukan di tempat asalnya. Pengolahan kayu oak ini sebenarnya juga tidak mudah. Kayu oak ini adalah kayu keras dan mudah pecah. Pengeringan kayu ini harus dilakukan dengan kontrol yang baik, pengeringan yang terlalu cepat bersiko untuk membuat adanya masalah kayu seperti retak, pecah, kayu melengkung yang akan segera menurunkan kualitas kayu. Kayu ini juga rentan untuk terkena serangan serangga pemakan kayu, karena itu maka dia memerlukan pengobatan secara kimiawi untu mencegah serangan serangga pemakan kayu. Namun secara umum industri woodworking di Amerika dan Eropa sudah sangat mengenal kayu ini dan pada umumnya kayu dan veneer oak yang didatangkan ke sini sudah siap untuk digunakan tanpa banyak masalah. 

Veneer oak

Veneer oak merupakan alternatif bahan yagn banyak digunakan oleh industri mebel Indonesia untuk menghasilkan mebel seperti kayu oak dengan harga yang lebih murah. Lapisan vener oak yang direkatkan pada plywood, m.d.f. atau papan partikel akan dapat memberikan penampilan seperti kayu oak dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan kayu solid. Penggunaan veneer oak dalam industri mebel kayu merupakan salah satu pilihan yang terbaik untuk memenuhi permintaan buyer dari Amerika atau Eropa yang menginginkan produk mebel dengan penampilan seperti kayu oak tetapi dengan harga yang murah. Veneer oak digunakan untuk membaut papan panel, sedangkan bagian rangka bisa menggunakan kayu lokal dengan penampilan yang mirip seperti kayu mindi atau kayu karet.

Finishing untuk kayu oak

Kayu oak ini memiliki serat dan pori yang besar dan dalam yang merupakan sumber keunikan dan keindahannya. Untuk itu diperlukan pemilihan finishing yang tepat untuk bisa memaksimalkan keunikan dan keindahan penampilan yang dimilikinya. Finishing yang paling banyak ditemukan adalah finishing dengan warna-warna transparan mulai dari warna coklat muda sampai dengan warna-warna doklat tua. Warna transparan dengan aplikasi glaze yang tepat akan bisa menampilkan keindahan serat dan pori kayunya secara maksimal. Aplikasi glaze, atau powder glaze dengan warna yang kontras dengan warna kayu bisa juga dipilih untuk menghasilkan efek kontras yang lebih dramatis.
Kayu ini memiliki struktur pori dan serat yang besar dan dalam, karena itu finishing dengan model open pore atau semi open lebih cocok untuk diaplikasikan pada kayu ini. Untuk finishing dengan model close pores, maka dibutuhkan aplikasi wood filler untuk mempercepat proses finishing dan mengurangi penggunaan sealer. Untungnya meskipun memiliki pori dan serat yang besar dan dalam namun pori dan seratnya memiliki struktur yang relatif mudah diisi dengan filler. Dengan mengunakan wood filler dengan kualitas yang baik dan aplikasi yang tepat, maka finishing model close pores dapat diperoleh dengan relatif mudah.
Finishing dengan warna-warna solid atau semi transparan juga bisa diaplikasikan pada kayu ini dengan tetap menampilkan struktur pori dan seratnya. Aplikasi toner atau base coat tipis yang dilakukan dengan kombinasi glaze bisa dipilih untuk menghasilkan penampilan finishing yang menarik.