Cari artikel

Jumat, 18 Juli 2014

kayu karet

Kayu karet (rubberwood, hevea brasiliensis) merupakan salah satu kayu yang digunakan dalam industri woodworking. Kayu karet banyak digunakan sebagai bahan baku mebel, pintu, jendela dan berbagai macam produk kayu lainya. Pohon karet sebenarnya ditanam dan dibudi dayakan untuk diambil getahnya sebagai bahan baku dalam industri karet. Pohon karet yang sudah melampui usia produktifnya ini kemudian ditebang dan kayunya dimanfatkan dalam indsutri woodworking. Penggunaan kayu karet dalam industri woodworking sebenarnya bukan merupakan hal yang mudah dilakukan. Kayu ini secara alami memilki getah yang harus dikeluarkan dulu supaya tidak mengganggu penggunaannya dalam industri woodworking.
Pengolahan yang benar sangat dibutuhkan untuk mendapat kayu karet dengan kualitas yang baik. Kayu karet ini juga sangat rentan tehadap serangan jamur dan serangga pemakan kayu. Kayu yang sudah ditebang harus segera diproses supaya tidak terkena blue stain akibat serangan jamur. Pengolahan dengan bahan kimia anti serangga (wood repellent) juga dibutuhkan untuk mencegah serangan serangga pemakan kayu.
Proses pengolahan khusus berupa vakum treatment dibutuhkan untuk mengeluarkan getah dari dalam kayu yang akan mengganggu proses pengerjaan pada kayu ini. Prinsip dari proses vakum adalah menempatkan kayu karet yang sudah dipotong dan dibelah dengan ukura tertentu ke dalam ruangan vakum untuk mengeluaran getah dari dalam kayu. Pertama kali papan kayu karet ini dimasukkan ke dalam ruangan untuk digodog dengan air panas selama beberapa jam, kemudian air di dalam ruangan ini disedot dan dikeluarkan sampai seluruhnya. Proses penyedotan diteruskan sampai seluruh udara dalam dalam ruangan keluar sehingga getah di dalam kayu tertarik keluar dari dalam kayu. Kemudian ketika seluruh (sebagian besar) dari getah sudah keluar, maka kemudia campuranair dingin dengan bahan kima pengawet kayu dimasukkan ke dalam ruangan supaya mengisi pori-pori kayu. Kayu yang sudah terisi campuran obat pengawet kayu ini kemudian dikeluarkan dari dalam ruangan vakum untuk dikeringkan dalam oven kayu.
Diluar prosesnya yang agak rumit ini kayu karet sebenarnya memiliki beberapa keunggulan unmtuk digunakan dalam industri woodworking. Kayu ini mempunyai harga yang relatif murah dengan sifat-sifat yang cukup ideal. Kayu ini merupakan kayu dengan kekerasan medium yang dapat ditangani dengan secara permesinan dengan mudah. Kayu ini dapat dibor, dilem, dipotong, dibentuk dan diamplas dengan mudah.
Sifat-sifat fisik kayu karet dapat dilihat di tabel di bawah ini:
  • Berat rata-rata kering:  37 lbs/ft3 (595 kg/m3)
  • Specific Gravity (basis: 12% MC): 0.49, 0.59
  • Test kekerasan dengan Janka Hardness: 960 lbf (4.280 N)
  • Modulus Patah: 10420 lbf/in2 (71,9 MPa)
  • Modulus elastis: 1314000 lbf/in2 (9,07 GPa)
  • Kekuatan terhadap crushing: 6.110 lbf/in2 (42,1 MPa)
  • Penyusutan rata-rata: Radial: 2,3%, tangensial: 5,1%, Volumetrik: 7,5%, T / R Ratio: 2.2
Finishing untuk kayu karet.
Kayu karet memiliki warna dasar putih dan coklat muda dengan tekstur pori-porinya dan serat yang dalam dan besar. Berbagai macam finishing dengan warna-warna transparan dapat dihasilkan dari kayu ini. Mulai dari warna-warna muda sampai dengan warna-warna yang tua dan gelap dapat diaplikasikan pada kayu ini. Kayu ini cukup luwes bisa dipasangkan dengan beberapa kayu atau veneer dari banyak jenis kayu seperti : oak, maple, ash, mangga atau bahkan kayu mahoni. Warna dasarnya yang putih atau coklat muda membuatnya dapat difinishing dengan berbagai macam warna tanpa ada masalah.
Meskipun memiliki warna dasar yang muda dan memiliki fleksibilitas yang tinggi untuk pemilihan warna, tetapi proses finishing untuk kayu karet harus dilakukan dengan cara yang benar. Kayu ini memiliki porositas yang tinggi dengan pori-pori dan serat yang besar. Kayu ini cenderung untuk menyerap bahan finishing yang berlebihan sehingga memiliki resiko tinggi untuk terjadi blotchy color (warna stain yang kotor dan tidak rata). Stain dengan aplikasi yang terlalu basah sebaiknya dihindari. Proses sealer sizing atau glue sizing dapat dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya blotchy color. Kayu karet yang sudah diamplas halus ini sebaiknya tidak dibiarkan dalam udara terbuka terlalu lama, karena dia akan menyerap air dari udara yang mengakibatkan naiknya bulu-bulu kayu yang dan membuat permukaan menjadi kasar.
Apabila suatu close pores finish yang diinginkan, maka aplikasi filler dibutuhkan untuk mengisi dan menutup pori-porinya. Aplikasi filler dengan warna muda pada awal proses finishing juga bisa dilakukan dengan tujuan utuk mengurangi penyerapan stain kedalam pori-pori kayu sehingga mengurangi resiko masalah blocthy color.
Warna-warna solid juga bisa diterapkn pada kayu karet dengan hasil yang baik asalkan proses treatment awal sudah dilakukan dengan baik. Getah karet yang masih ada di dalam kayu bisa keluar dan muncul sebagai noda atau bercak-bercak yang akan mengganggu penampilan finishing. Karena itu sebaiknya dipastikan bahwa proses treatment sudah dilakukan dengan benar dan sebagian besar getah kayu sudah dikeluarkan dari dalam kayu. Penggunaan anti getah kayu pada awal proses finishing juga bisa dilakukan untuk mengurangi resiko munculnya getah kayu.