Cari artikel

Sabtu, 19 Juli 2014

Cat waterbase (waterbased coating)

Waterbased coating (cat waterbased) adalah bahan finishing yang menggunakan air sebagai pelarut utama. Berbeda dengan solvent base finishing material, waterbased coating ini hanya sedikit mengeluarkan emisi gas pada saat proses pengeringannya sehingga tidak akan mengotori udara lingkungan. Adanya isu yang berkembang saat ini mengenai keselamatan lingkungan ditambah dengan harga solvent yang semakin mahal, telah membuat produk-produk yang berbasiskan air menjadi pilihan yang sangat menarik. Tingginya dorongan untuk mengunakan waterbased material ini juga telah mendorong industri finishing material untuk mengembangkan produk ini sehingga produk yang dihasilkan menjadi semakin baik. Resin, bahan-bahan dan additif yang dibutuhkan sudah semakin banyak tersedia dan dan penelitian-penelitian telah semakin banyak dilakukan sehingga produk-produk waterbased menjadi semakin sempurna. 
Teknologi waterbased coating ini sebenarnya sudah lama dikenalkan pada industri finishing, mulai dari sekitar tahun 1970 an. Dan akhir-akhir ini maka pengembangan-pengembangan baru telah dibuat untuk mengatasi masalah-masalah dari waterbased coating yang dulu merupakan penghambat penggunaan bahan ini. Karena itu maka produk-produk waterbased saat ini mempunyai performa yang lebih baik.

Keuntungan waterbased coating                                                                                      
  • Waterbased coating ini relatif aman.
Bahaya kebakaran merupakan salah satu resiko yang paling besar pada suatu finishing room. Semua solvent dan solvent base material merupakan bahan yang mudah terbakar, karena itu maka ruang untuk aplikasi dan penyimpanan bahan finishing harus dilengkapi dengan perlengkapan keamanan yang cukup tinggi. Sedangkan waterbased material menggunakan air sebagai solvent utama tentu merupakan bahan yang jauh lebih aman dibandingkan solvent base material.
  • Waterbase coating merupakan bahan yang lebih ramah lingkungan
Proses finishing yang mengunakan solvent pasti akan mengeluarkan gas dari penguapan solventnya baik pada saat aplikasi maupun saat pengeringan. Waterbased yang menggunakan air sebagai pelarut utama memang masih mengeluarkan solven, tetapi tentu saja dalam jumlah yagn jauh lebih sedikit dibandingkan dengan material finishing dengan pelarut thinner atau solven.  
  • Waterbased material memiliki nilai tambah sebagai bahan yang dianggap lebih ramah lingkungan
Saat ini masyarakat dunia sedang menghadapi isu mengenai lingkungan. Hal ini juga mempengaruhi perilaku beberapa anggota masyarakat dalam memilih barang. Orang akan lebih menyukai barang-barang yang dianggap lebih ramah lingkungan. Produk-produk yang difinishing menggunakan water based material akan dapat memiliki nilai tambah dengan dianggap sebagai produk yang lebih ramah lingkungan. 
Kekurangan cat waterbased 
  • Aplikasi yang relatif sulit
Waterbased coating merupakan cat dengan air sebagai bahan pelarut utama. Sedankan air bagaimanapun juga merupakan bahan yang relatif lebih sulit untuk menguap dibandingkan dengan solven. Pengeringan cat ini sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan waktu proses pengeringan terjadi. Pada saat udara kering dan panas, maka proses penguapan air relatif mudah terjadi dan proses pengeringan lapisan cat dapat terjadi dengan cepat dan mudah. Namun pada saat kondisi udara lembab dan basah, maka proses pengeringan menjadi lambat. Untuk aplikasi pada kayu, maka air yang ada didalam cat berpotensi untuk diserap oleh kayu dan mengakibatkan naiknya kadar air kayu yang kemudian berujung pada timbulnya masalah pada produk.
  • Penampilan finishing yang agak buram.
Lapisan coating dari waterbase ini akan menghasilkan lapisan film yang sedikit buram terutama apabila lapisan film yang dihasilkan terlalu tebal. Penampilan dan warna finishing yang dihasilkan tidak bisa sejernih seperti pada lapisan film yang dihasilkan oleh cat jenis NC.