Cari artikel

Rabu, 02 April 2014

Dempul kayu

Dempul atau putty merupakan bahan finishing yang digunakan untuk mengisi celah dan lubang pada kayu. Sebagian orang yang menganggap dempul dan filler merupakan bahan yang sama dan menggunakan bahan dempul sebagai filler dan sebaliknya. Kalau dala wood finishing, maka dempul ini sebaiknya dibedakan dengan wood filler karena keduanya dibuat dengan ujuan yang berbeda dan karenanya memiliki sifat yang sdikit berbeda. Wood filler adalah bahan yang dipakai untuk mengisi pori-pori atau serat kayu, sedangkan dempul adalah bahan yang berfungsi untuk menutup lubang atau celah pada kayu. Bahan untuk membuat dempul hampir sama dengan bahan untuk membuat wood filer hanya dempul dibuat lebih padat dan lebih cepat kering. Namun berbeda dengan wood filler dempul tidak dibuat untuk bisa menampilkan keindahan serat kayu. Meskipun ada dempul yang bisa diencerkan dan digunakan sebagai wood filler, tetapi biasanya aka mengurangi keindahan penampilan finishing. Dempul yang digunakan untuk proses finishing pada warna-warna transparan akan cenderung menutup dan mematikan keindahan serat kayu. Untuk bisa menampilkan keindahan pola serat kayu secara maksimal, sebaiknya digunakan suatu wood filler dengan kualitas yang baik sehingga masih bisa menampilkan keindahan serat kayunya secara maksimal. Dempul bisa digunakan untuk membantu proses proses finishing untuk warna-warna solid. Pada finishing dengan warna-warna solid (warna duco), maka penggunaan dempul akan membantu untuk menghasilkan permukaan yang rata dan halus.

Dempul diaplikasikan dengan cara diisikan pada celah atau lubang dengan menggunakan scrapp atau kape. Tunggu sampai dempul kering dan mentah dan kemudian lakukan pengamplasan untuk meratakan permukaan. Seperti juga pada woodwood, dempul ini sebaiknya diamplas dengan baik sehingga tertinggal hanya pada lubang atau celah saja. Dempul ini sebagian besar diaplikasikan pada kayu mentah sebelum proses finishing dimulai. Pada finishing pada warna-warna solid, dempul bisa juga diaplikasikan sesudah aplikasi base coat yang pertama. Aplikasi stain pada kayu akan membantu membuat lubang-lubang, gap, celah kayu yang tadinya tidak bisa ditemukan pada kayu mentah menjadi jelas terlihat, sehingga dempul dapat diaplikasikan dengan lebih effektif. Tetapi proses ini tidak bisa dilakukan pada finishing dengan warna transparan karena proses pengamplasan yang dilakukan akan merusak warna dari finishing yang diperoleh.
Sebenarnya ada suatu jenis dempul yang dibuat untuk diaplikasikan di atas sealer atau top coat. Dempul ini mempunyai warna-warna tertentu yang bisa dipilih sesuai dengan warna finishing yang memelukannya. Dempul jenis ini tidak membutuhkan pengamplasan, permukaan dempul yang menonjol di pemukaan dapat diratakan dengan pisau atau kape. Dempul ini merupakan bahan touch up untuk mengisi celah-celah kecil yang terlewat pada proses finishing.
Berikut ini tips dalam pemilihan dan pemakaian dempul.
  • Dempul adalah bahan untuk touch up.
Pemakaian dempul ini bagaimanapun juga harus dianggap sebagai pekerjaan touch up yaitu koreksi atau revisi untuk membantu mengatasi pekerjaan yang tidak sempurna pada proses sebelumnya. Karena itu pemakaian dempul harus diusahakan seminimal mungkin. Pemakaian dempul yang terlalu banyak atau terlalu besar akan kelihatan tidak bagus pada hasil finishing. Meskipun dempul  dengan kualitas yang baik dapat menyerap warna stain yang diaplikasikan di atasnya sehingga warnanya dapat mirip dengan warna finishing kayu, tetapi aplikasi dempul yang terlalu besar akan tetap nampak tidak bagus karena ada pori-pori atau serat-serat  kayu yang terputus.
  • Pemilihan dempul.
Dempul ini banyak jenisnya seperti dempul nc, dempul PU dempul epoxy, waterbased, dll. Sifat dan jenis dempul ditentukan oleh campuran resin yang digunakan. Pilihlah dempul yang paling cocok sesuai dengan kebutuhan dan pastikan bahwa dempul yang kita gunakan cocok dengan sistim finishing yang digunakan.
  • Pengeringan dempul.
Dempul ini harus sudah benar-benar kering sebelum diikuti dengan poses finishing selanjutnya. Dempul yang tidak kering akan menyusut dan bahkan isa retak atau pecah saat dia mengering. Pastikan dempul sudah kering sehingga tidak terjadi penyusutan lagi pada saat kita melakukan aplikasi finishing diatasnya.
  • Pembersihan dempul.
Dempul harus dibersihkan dengan baik; pastikan bahwa dempul hanya mengisi bagian lubang, celah atau gap saja. Dempul yang menempel di permukaan bukan hanya akan mengganggu penampilan finishing, tetapi bisa mengganggu adhesi lapisan finishing dengan permukaan.